Dilema Auditor Internal

PERANAN AUDITOR INTERNAL DAN DILEMA ETIKA

(Fariyanti, Staf Pengajar Jurusan Akuntansi)

PENDAHULUAN
Dalam lima puluh tahun terakhir ini kita melihat internal auditing muncul dari status profesional yang secara relatif sangat jauh dari berkembang menjadi salah   satu bagian utama, dilihat dari ukuran dan tingkatan kontribusinya bagi dunia “Auditing”. Oleh Bou-Raad (2000), peranan auditor internal berubah dari pendekatan audit tradisional ke pendekatan nilai tambah yang lebih proaktif untuk menjadi partner manajemen.   Secara rasional, pengalaman, pendidikan dan pengetahuan seorang auditor internal   menjadi bernilai bagi pihak manajemen.
      Perkembangan baru dari usia kontemporer, secara prinsip muncul dari diakselerasikannya harapan baru dari lingkungan sosial, telah ditekankan pada organisasi/ perusahaan mereka, dewan direktur dan auditor eksternal independen.   Secara umum permintaan ditujukan pada standar lebih tinggi dari integritas dan tanggungjawab kepada tindakan yang berorientasi lingkungan sosial. Banyak pihak menuntut adanya perilaku etis seorang auditor internal sebagai seorang profesional dalam menjalankan tugas dan kewajibannya.   Meskipun dalam pelaksanaan tugas dan kewajibannya tersebut, terkadang seorang profesional, termasuk auditor internal menghadapi situasi yang menjadikan dia berada dalam dilema etika.
Paper ini akan menguraikan peranan auditor internal dalam organisasi/ perusahaan dan dilema etika yang dihadapi oleh internal auditor dalam melaksanakan kewajibannya sebagai auditor suatu organisasi/perusahaan.
AUDITING
Definisi audit yang terkenal adalah definisi dari ASOBAC (A Statement of Basic Auditing Concepts) yaitu: “Suatu proses sistematis untuk menghimpun dan mengevaluasi bukti-bukti secara   obyektif mengenai asersi-asersi tentang berbagai tindakan dan kejadian ekonomi untuk menentukan tingkat kesesuaian antara asersi-asersi tersebut dengan kriteria yang telah ditentukan dan menyampaikan hasilnya kepada para pemakai yang...